Tampilkan postingan dengan label Info Slamet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Slamet. Tampilkan semua postingan

Akses mata air di jalur pendakian Jurangmangu

06.51 1 Comment

Jalur pendakian Gunung Slamet yang paling populer bagi kalangan pendaki adalah jalur Bambangan yang terletak di KabupatenPurbalingga. Padahal selain jalur tersebut masih ada beberapa jalur lain seperti jalur Baturaden, kaligua, Guci dan beberapa jalur di Kabupaten Pemalang seperti jalur Dipa Jaya dan Jurangmangu, serta beberapa lagi yang lain.

Di musim kemarau seperti saat ini Dusun Bambangan mengalami kekeringan dan berdampak juga pada mata air yang ada di jalur pendakian tersebut. Sehingga para pendaki harus membawa air sendiri atau bijaksana dalam mengambil air di pos pendakian karena harus berbagi dengan pendaki lainnya.

Namun hal ini tidak terjadi di jalur pendakian Jurangmangu yang ada di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Meskipun air di dusun ini tidak melimpah, namun rupanya ada beberapa titik mata air yang ada di jalur pendakian ini. Sayangnya akses mata air ini belum dibuka sehingga pendaki yang menempuh perjalanan di jalur ini belum tahu keberadaanya.

Hal ini menimbulkan ide bagi Komunitas Pendaki Sisi Utara Gunung Slamet (KASUS) untuk membuat akses ke mata air tersebut. Meskipun jalur pendakian ini belum dikelola secaara profesional dan belum banyak pendaki yang melewati jalur ini, namun para anggota KASUSer ingin memaksimalkan jalur pendakian ini. Akhirnya pada bulan Oktober kemarinbertepatan dengan hari raya Idul Adha beberapa anggota komunitas ini melakukan pendakian sekaligus membuka akses mata air tersebut.

Mata air ini berada sekita 40 meter diatas pos Samyang Gorang dan belok ke kiri. Dari pertigaan ini pendaki hanya memerlukan waktu 2,5 menit untuk sampai ke titik mata air. KASUSer berharap dengan adanya mata air ini bisa membantu kebutuhan air para pendaki namun KASUSer juga berharap dan berpesan kepada para pendaki untuk tetap menjaga keseimbangan alam dan untuk tidak merusak jalur serta mata air ini. Mereka berharap kepada para pendaki untuk memanfaatkan mata air ini sebagaimana mestinya tanpa merusak dan berlebihan agar jalur dan mata air di Jurangmangu ini bisa terus lestari.

Dari kegiatan tersebut, KASUSer mendokumentasikan sedikit dalam bentuk video berikut ini. Semoga bisa menjadi referensi bagi para pendaki yang ingin mencoba jalur pendakian Jurangmangu.





Bagikan artikel ini ya kawan :)

Gunung Slamet Kembali Dibuka Untuk Pendakian

14.53 Add Comment
Foto: 
Sejak ditutup pada tanggal 10 Maret 2014 saat ini pendakian Gunung Slamet akan segera dibuka kembali. Pembukaan jalur pendakian ini menyusul pemberitahuan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang menyatakan bahwa status Gunung Slamet turun dari Waspada (level 2) menjadi Normal (Level 1) sejak tanggal 8 September 2015 pukul 17.00 WIB.

Ini merupakan kabar gembira bagi para pendaki karena sudah lama banyak pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Slamet, terutama pada peringatan 17 Agustus kemarin. Banyak pendaki yang datang ke pos pendakian Bambangan pada peringatan hari kemerdekaan tahun 2015 kemarin, namun karena status pendakiannya yang masih ditutup maka Dinbudparpora selaku pengelola jalur pendakian Bambangan tidak mengijinkan mereka untuk mendaki. Seperti dikutip beritajateng.com Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga Ir. Prayitno, M,Si menyatakan, "Saat itu kami tidak berani mengambil resiko untuk mengijinkan pendakian, kami tetap mengacu himbauan PVMBG demi keselamatan pendaki."



Status Turun Menjadi Waspada, Gunung Slamet Masih Ditutup untuk Pendakian

06.32 Add Comment



Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis informasi resmi mengenai penurunan status Gunung Slamet dari siaga menjadi waspada. Penurunan status ini berdasarkan pengamatan secara visual, kegempaan, deformasi, EDM, tiltmeter, dan geokimia dari tanggal 1 November 2014 sampai dengan 5 Januari 2015 pukul 06.00.
Namun, meskipun aktivitas sudah terpantau menurun tetap saja masih ada potensi bahaya yang bisa terjadi seperti erupsi yang menghasilkan material abu sampai dengan lapili, erupsi yang disertai lontaran lava pijar (radius 2km), dan beberapa potensi lainnya.
Dengan adanya potensi bahaya yang masih mungkin terjadi maka PVMBG merekomendasikan agar:

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan tidak melakukan aktivitas pada radius 2 km dari Kawah G. Slamet.
  1. Masyarakat di sekitar G. Slamet diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Slamet, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten  Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Slamet.
  1. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di daerah aliran sungai yang berhulu di G. Slamet, terutama sisi barat-barat laut G. Slamet (Kali Gung – Daerah Wisata Guci dan K Pedes – Ds. Sawangan) untuk menghindari bahaya lahar dari tumpukan material letusan di puncak G. Slamet saat hujan.
  1. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
  1. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Purbalingga dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Slamet.



Jadi untuk kawan-kawan pendaki dimohon untuk mematuhi dan sedikit bersabar sampai dengan badan yang berwenang menyatakan Gunung Slamet dibuka untuk pendakian ya ;).

Status Gunung Slamet Turun Menjadi Waspada

05.55 Add Comment


Setelah dinyatakan siaga sejak tanggal 12 Agustus 2014, hari ini tanggal 5 Januari 2015 status Gunung Slamet dinyatakan turun menjadi waspada. Hal ini disampaikan oleh Dr. Surono lewat akun sosial media yang dimilikinya. Sebelumnya Dr Surono menyatakan bahwa status Gunung Slamet masih siaga namun tidak lama kemudian beliau mengkoreksi statusnya yaitu menjadi waspada.

Surono menyatakan bahwa aktivitas Gunung Slamet tanggal 5 Januari 2015 secara visual cuaca terang, angin tenang, hujan gerimis. Gunung Slamet sesekali terhalang kabut. Terjadi 18 kali gempa hembusan. Berdasarkan evaluasi PVMBG mengenai aktivitas Gunung Slamet maka tanggal 5 Januari 2015 pukul 16.00 WIB PVMBG menyatakan bahwa status Gunung Slamet turun dari siaga menjadi waspada.



Gunung Slamet Ditutup untuk Pendakian Malam Tahun Baru

21.57 Add Comment
dilarang-merayakan-malam-tahun-baru-2015-di-puncak-gunung-slamet
foto by @haloarul


Pos Pengamatan Gunung Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melarang para pendaki melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet pada perayaan tahun baru 2015. Larangan tersebut dikeluarkan karena aktivitas gempa hembusan masih relatif tinggi di puncak Gunung Slamet.

"Meski letusan gunung sudah tidak terjadi lagi tetapi aktivitas gempa hembusan masih cukup tinggi sehingga kami mengimbau pendaki mengurungkan niatnya mendaki ke puncak gunung," kata Petugas Pengamat Gunung Slamet Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Sukedi, Selasa (16/12/2014).

Menurutnya, intensitas hujan yang masih relatif tinggi mengguyur di kawasan gunung terbesar di Jateng ini sangat berisiko tinggi terhadap para pendaki yang melakukan pendakian. Hingga kini, kata dia, status Gunung Slamet masih siaga sehingga kondisi dan situasi di kawasan gunung masih relatif membahayakan bagi para pendaki.

"Dengan status siaga maka pada radius empat kilometer dari puncak gunung harus steril dari aktivitas warga. Oleh karena itu, kami melarang pendaki melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Slamet," katanya.

Ia mengaku meski status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Pemalang, Tegak, dan Purwokerto itu masih ditetapkan siaga, tetapi minat pelajar melakukan pendakian tetap relatif banyak.

"Masyarakat atau pelajar tidak memiliki kekhawatiran tinggi tetapi justru sebaliknya aktivitas ke Gunung Slamet tidak pernah sepi," katanya.

Ia mengatakan para pelajar, seperti sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas penasaran ingin melihat kondisi terkini Gunung Slamet, serta ingin mengamatinya dari pos pengamatan. "Mereka selain berekreasi juga sekadar menanyakan tentang data catatan pengamatan Gunung Slamet," katanya. 
LOV

sumber: metrotvnews