Tampilkan postingan dengan label Status Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Status Gunung. Tampilkan semua postingan

Gunung Slamet Kembali Dibuka Untuk Pendakian

14.53 Add Comment
Foto: 
Sejak ditutup pada tanggal 10 Maret 2014 saat ini pendakian Gunung Slamet akan segera dibuka kembali. Pembukaan jalur pendakian ini menyusul pemberitahuan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang menyatakan bahwa status Gunung Slamet turun dari Waspada (level 2) menjadi Normal (Level 1) sejak tanggal 8 September 2015 pukul 17.00 WIB.

Ini merupakan kabar gembira bagi para pendaki karena sudah lama banyak pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Slamet, terutama pada peringatan 17 Agustus kemarin. Banyak pendaki yang datang ke pos pendakian Bambangan pada peringatan hari kemerdekaan tahun 2015 kemarin, namun karena status pendakiannya yang masih ditutup maka Dinbudparpora selaku pengelola jalur pendakian Bambangan tidak mengijinkan mereka untuk mendaki. Seperti dikutip beritajateng.com Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga Ir. Prayitno, M,Si menyatakan, "Saat itu kami tidak berani mengambil resiko untuk mengijinkan pendakian, kami tetap mengacu himbauan PVMBG demi keselamatan pendaki."



Gunung Slamet Masih Waspada

11.25 Add Comment


Beberapa hari ini Gunung Slamet kembali menunjukan aktivitasnya.Berdasarkan data yang dicatat oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Slamet di Gambuhan, Pulosari Pemalang, pada hari Sabtu, 19 Juli 2014 dari pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB tercatat terjadi 16 kali letusan abu berwarna kelabu.

Ketinggian hembusan abu mencapai 400 meter hingga 1500 meter. Arah abu mengikuti arah angin pada saat terjadi letusan. Selain letusan abu tercata pula kegempaan yaitu 33 kali gempa letusan, 192 kali gempa hembusan, 2 kali gempa tremor harmonik, dan 1 kali tremor hembusan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini masihmempertahankan status Gunung Slamet pada level waspada.

Gunung Slamet Siaga, Pemukiman Penduduk Dalam Zona Aman

23.21 Add Comment


Setelah sejak tanggal 10 Maret dinyatakan berstatus waspada, hari ini Rabu 30 April 2014 Gunung Slamet dinyatakan dalam status siaga. Pernyataan ini disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB melalui akun twitternya. Peningkatan status ini diputuskan karena sudah lebih dari sepekan ini aktivitas Gunung Slamet meningkat.
Selasa 29 April 2014 sejak pukul 00.00 sampai dengan 06.00 WIB terjadi 30 kali gempa letusan dan 60 kali gempa asap. Asap putih tebal kecoklatan - kelabu tebal teramati setinggi 150-700m, selain itu terdengar 26 kali suara dentuman. Luncuran lava picar terlihat mencapai 1500 meter dari kawah. Dari aktivitas-aktivitas yang terjadi sepekan ini disimpulkan secara umum intensitas dan frekuensi letusan Gunung Slamet semakin meningkat.
Sutopo menyampaikan bahwa rekomendasi daerah yang harus dikosongkan yaitu radius 4km dari puncak kawah. Selain itu tidak boleh ada kegiatan pendakian, berkemah, maupun wisata diradius 4km. Masyarakat dihimbau tetap tenang karena perkampungan seputar lereng Gunung Slamet berada diluar radius berbahaya.
Saat ini Kepala BNPB telah memerintahkan untuk segera melakukan koordinasi dengan BPBD Jateng dan BPBD Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga. "Rencana kontinjensi agar segera disempurnakan, disosialisasikan dan dilatihkan kepada masyarakat", Jelas Sutopo. arl/foto 

Status Gunung Merapi Naik dari Normal menjadi Waspada

12.51 Add Comment
Dini hari ini status Gunung Merapi yang semula normal kini naik menjadi Waspada. Informasi ini disampaikan oleh Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Jogjakarta melalui akun twitter @TRCBPBDDIY, Rabu (30/4) pagi. Mereka pun mengunggah foto surat penaikan status Merapi dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana.
Dalam surat bernomor 326/04/BGV.K/2014 tertera keterangan status penaikan. Surat ini juga diteruskan pada Kepala BNPB, Gubernur Jogjakarta, Gubernur Jateng, Bupati Sleman dan sejumlah Kepala Daerah. Meski mengalami penaikan, TRC mengimbau pada masyarakat untuk tetap tenang.
“Status G.Merapi naik ‘WASPADA’,tetap tenang,cek semua sistem penanggulangan bencana,pastikan semua dlm kodisi SIAP,” tulis mereka melalui akun @TRCBPBDDIY.
Penaikan ini juga berdasarkan pada rekomendasi dari BPPTKG tanggal 29 April 2014. Dalam rekomendasi tersebut, Subandrio, Kepala BPPTKG menuliskan bahwa aktivitas gunung merapi mengalami peningkatan.

“Berdasarkan hasil data pemantauan Gunung Merapi, secara instrumen dan visualm aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan. Maka terhitung tanggal 29 April 2014 pukul 23.50 WIB status merapi dinaikkan dari normal menjadi waspada,” tulisnya. arl