Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan

Gunung Slamet Ditutup untuk Pendakian Malam Tahun Baru

21.57 Add Comment
dilarang-merayakan-malam-tahun-baru-2015-di-puncak-gunung-slamet
foto by @haloarul


Pos Pengamatan Gunung Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melarang para pendaki melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet pada perayaan tahun baru 2015. Larangan tersebut dikeluarkan karena aktivitas gempa hembusan masih relatif tinggi di puncak Gunung Slamet.

"Meski letusan gunung sudah tidak terjadi lagi tetapi aktivitas gempa hembusan masih cukup tinggi sehingga kami mengimbau pendaki mengurungkan niatnya mendaki ke puncak gunung," kata Petugas Pengamat Gunung Slamet Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Sukedi, Selasa (16/12/2014).

Menurutnya, intensitas hujan yang masih relatif tinggi mengguyur di kawasan gunung terbesar di Jateng ini sangat berisiko tinggi terhadap para pendaki yang melakukan pendakian. Hingga kini, kata dia, status Gunung Slamet masih siaga sehingga kondisi dan situasi di kawasan gunung masih relatif membahayakan bagi para pendaki.

"Dengan status siaga maka pada radius empat kilometer dari puncak gunung harus steril dari aktivitas warga. Oleh karena itu, kami melarang pendaki melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Slamet," katanya.

Ia mengaku meski status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Pemalang, Tegak, dan Purwokerto itu masih ditetapkan siaga, tetapi minat pelajar melakukan pendakian tetap relatif banyak.

"Masyarakat atau pelajar tidak memiliki kekhawatiran tinggi tetapi justru sebaliknya aktivitas ke Gunung Slamet tidak pernah sepi," katanya.

Ia mengatakan para pelajar, seperti sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas penasaran ingin melihat kondisi terkini Gunung Slamet, serta ingin mengamatinya dari pos pengamatan. "Mereka selain berekreasi juga sekadar menanyakan tentang data catatan pengamatan Gunung Slamet," katanya. 
LOV

sumber: metrotvnews

Tahun Ini Dilarang Upacara Bendera 17 Agustus di Puncak Gunung Slamet

22.24 Add Comment

infoslamet - Gunung Slamet kembali dinyatakan berstatus siaga (level III) oleh PVMBG pada tanggal 12 Agustus 2014 pukul 10.00 WIB. Kenaikan status ini dikarenakan aktivitas Gunung Slamet kembali meningkat sejak Juni 2014. Berdasarkan status Gunung Slamet saat ini dipastikan jalur pendakian Gunung Slamet ditutup untuk sementara. Penutupan ini akan berlangsung sampai dengan keadaan Gunung Slamet kembali normal.

Sejak jalur pendakian ditutup pada bulan Maret 2014 banyak pendaki yang menunggu dan berharap bisa segera melakukan pendakian ke Gunung Slamet, apalagi banyak pendaki yang berencana melakukan pendakian pada 17 Agustus ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya 17 Agustus sudah menjadi seperti ritual untuk melakukan upacara bendera di Puncak gunung. Namun untuk tahun ini dipastikan pendaki harus mengurungkan niatnya untuk melakukan upacara bendera di Puncak Gunung Slamet.

Sampai dengan 12 Agustus 2014 Pos Pengamatan Gunung Api Slamet masih mencatat adanya aktivitas dari puncak Gunung Slamet. Pada 12 Agustus 2014 dari pukul 18.00 sampai dengan 24.00 WIB tercatat 11 kali sinar api dan lontaran lava pijar dengan tinngi 50 - 800m, terdengar 13 kali dentuman sedang sampai kuat, Kegempaan 28 kali gempa letusan dan 100 kali gempa hembusan.

Berdasarkan pengamatan tersebut PVMBG menyatakan Gunung Slamet masih dalam status siaga. Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tertap beraktivitas seperti biasanya serta mengikutipetunjuk dari pihak yang berwenang.

Gunung Slamet Masih Waspada

11.25 Add Comment


Beberapa hari ini Gunung Slamet kembali menunjukan aktivitasnya.Berdasarkan data yang dicatat oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Slamet di Gambuhan, Pulosari Pemalang, pada hari Sabtu, 19 Juli 2014 dari pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB tercatat terjadi 16 kali letusan abu berwarna kelabu.

Ketinggian hembusan abu mencapai 400 meter hingga 1500 meter. Arah abu mengikuti arah angin pada saat terjadi letusan. Selain letusan abu tercata pula kegempaan yaitu 33 kali gempa letusan, 192 kali gempa hembusan, 2 kali gempa tremor harmonik, dan 1 kali tremor hembusan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini masihmempertahankan status Gunung Slamet pada level waspada.

Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Diserbu Warga

10.16 Add Comment

Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang belakangan ini dikunjungi banyak masyarakat terutama di malam hari. Seperti layaknya obyek wisata dadakan, sejak ditetapkan berstatus siaga pada 30 April 2014 masyarakat ingin melihat langsung aktivitas Gunung Slamet dari Pos Pengamatan ini.

Keramaian ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar PPGA Slamet untuk berjualan makanan ataupun membuka lahan parkir bagi pengungung yang datang. Tingkat kunjungan masyarakat meningkat ketika hari libur dan malam minggu. Sebagian pengunjung datang dari luar kota Pemlang seperti Tegal dan Brees. Mereka sengaja datang untuk menyaksikan langsung aktivitas Gunung SLamet secara dekat.

Pos Pengamatan Gunung Api Slamet juga menyediakn monitor pantauan thermal camera yang memantau aktivitas Gunung Slamet dimalam hari sehingga pengunjung bisa melihat aktivitas hembusan abu dan percikan api walaupun dalam keadaan gelap.

Sampai saat ini Gunung Slamet masih berstatus siaga dan zona aman berjarak radius 4km dari puncak. Aktivitas Gunung Slamet masih fluktuatif namun begitu masyarakat diharapkan tenang dan mengikuti instruksi dari pihak yang berwenang. arl

Gunung Slamet Siaga, Pemukiman Penduduk Dalam Zona Aman

23.21 Add Comment


Setelah sejak tanggal 10 Maret dinyatakan berstatus waspada, hari ini Rabu 30 April 2014 Gunung Slamet dinyatakan dalam status siaga. Pernyataan ini disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB melalui akun twitternya. Peningkatan status ini diputuskan karena sudah lebih dari sepekan ini aktivitas Gunung Slamet meningkat.
Selasa 29 April 2014 sejak pukul 00.00 sampai dengan 06.00 WIB terjadi 30 kali gempa letusan dan 60 kali gempa asap. Asap putih tebal kecoklatan - kelabu tebal teramati setinggi 150-700m, selain itu terdengar 26 kali suara dentuman. Luncuran lava picar terlihat mencapai 1500 meter dari kawah. Dari aktivitas-aktivitas yang terjadi sepekan ini disimpulkan secara umum intensitas dan frekuensi letusan Gunung Slamet semakin meningkat.
Sutopo menyampaikan bahwa rekomendasi daerah yang harus dikosongkan yaitu radius 4km dari puncak kawah. Selain itu tidak boleh ada kegiatan pendakian, berkemah, maupun wisata diradius 4km. Masyarakat dihimbau tetap tenang karena perkampungan seputar lereng Gunung Slamet berada diluar radius berbahaya.
Saat ini Kepala BNPB telah memerintahkan untuk segera melakukan koordinasi dengan BPBD Jateng dan BPBD Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga. "Rencana kontinjensi agar segera disempurnakan, disosialisasikan dan dilatihkan kepada masyarakat", Jelas Sutopo. arl/foto